Struktur kain dari
kain rajutan pada dasarnya berbeda dengan kain tenun. Kain rajutan dibuat dengan mengaitkan loop benang, menghasilkan kain dengan sifat berbeda. Berikut gambaran struktur kain kain rajutan :
Loop yang Saling Bertautan: Kain rajutan dibentuk oleh serangkaian loop benang yang saling berhubungan. Setiap loop dihubungkan ke loop di atas dan di bawahnya, menciptakan rantai loop yang berkesinambungan melintasi baris dan kolom.
Warp dan Weft: Tidak seperti kain tenun, yang dibuat dari dua set benang tegak lurus yang disebut benang lusi dan benang pakan, kain rajutan tidak memiliki benang lusi dan benang pakan. Sebaliknya, benang ini dibuat hanya dari satu benang atau kombinasi benang yang dilingkarkan menjadi satu.
Pola Jahitan Serbaguna: Susunan dan manipulasi khusus dari loop ini menciptakan berbagai pola dan tekstur jahitan pada kain rajutan. Jahitan rajut yang umum meliputi jahitan rajut (juga dikenal sebagai jahitan polos), jahitan purl, ribbing, kabel, dan pola renda.
Peregangan Dua Arah: Kain rajutan biasanya menunjukkan regangan dua arah, yang berarti dapat meregang secara horizontal (melintasi lebar) dan vertikal (sepanjang panjang). Kelenturan ini merupakan hasil dari loop yang saling berhubungan dan berkontribusi terhadap fleksibilitas dan kenyamanan kain.
Pemanjangan dan Pemulihan: Kain rajutan memiliki elastisitas alami, yang memungkinkannya memanjang saat diregangkan dan memulihkan bentuk aslinya saat gaya regangan dilepaskan. Sifat ini khususnya bermanfaat untuk pakaian yang perlu menyesuaikan dengan gerakan tubuh.
Ruang Terbuka: Loop yang saling bertautan pada kain rajutan menciptakan ruang terbuka atau celah di antara loop. Ruang-ruang ini dapat bervariasi ukurannya tergantung pada teknik merajut dan pola jahitan yang digunakan. Kehadiran ruang terbuka berkontribusi terhadap sirkulasi udara dan sifat ringan dari kain rajutan.
Ketebalan dan Kepadatan: Ketebalan dan kepadatan kain rajutan dapat dikontrol dengan menyesuaikan faktor-faktor seperti ukuran (jumlah jahitan dan baris per inci), berat benang, dan ketegangan selama merajut. Fleksibilitas ini memungkinkan terciptanya kain mulai dari halus dan ringan hingga besar dan hangat.
Jahitan: Kain rajutan dapat dibuat dengan mulus, artinya pakaian dapat dirajut dalam keadaan utuh dengan sedikit atau tanpa jahitan. Namun, jika diperlukan jahitan, jahitan biasanya dibuat dengan menjahit atau mencangkokkan tepi kain.
Struktur kain dari knitted fabric is characterized by interlocking loops of yarn that result in a highly versatile and stretchable material. This structure allows for a wide range of textures and properties, making knitted fabric suitable for various applications in the fashion, textile, and apparel industries.