Benang Mikrohalus adalah benang sintetis yang mengandung serat mikrohalus, yang memiliki kehalusan serat tunggal rata-rata 0,5 dtex atau kurang. Seratnya diresapi dengan polimer elastis. Benang komposit yang dihasilkan dicirikan oleh sifat mekaniknya, seperti tegangan putus, regangan, modulus dan kerja putus.
Berbagai jenis serat mikrohalus tersedia dan digunakan untuk beragam aplikasi, termasuk kain tenun, benang rajut, kain bukan tenunan, dan substrat untuk kulit buatan. Diantaranya, jenis yang paling umum adalah benang monofilamen dengan kehalusan serat tunggal rata-rata sekitar 0,75 dtex.
Benang jenis ini memiliki kehalusan, kehalusan, dan kelembutan yang sangat baik. Bahan ini juga menyerap dan menyerap kelembapan dengan baik, sehingga nyaman dipakai.
Selain itu, kekuatan tarik dan perpanjangan benang komposit mikrofin lebih tinggi dibandingkan benang pilin konvensional. Tegangan pemanjangan yang dikenakan pada benang komposit mikrohalus dipikul oleh bagian inti elastis dan bagian penutup inelastis yang mengelilingi bagian inti elastis, sehingga mengurangi kecenderungan putus.
Benang dasar diproduksi dengan cara pemintalan pada suhu sekitar 120 derajat C hingga 380 derajat C. Benang dasar didinginkan dalam tahap pendinginan dan kemudian diregangkan hingga panjang 2 hingga 50 kali atau lebih pada suhu sekitar 20 derajat C hingga 280 derajat C, dan 10 hingga 1500 denier. Kemudian ditarik dan dimasukkan ke dalam mesin penggulung.