Kain tenun Grosir Pabrik

Rumah / Produk / Kain Tekstil / Kain tenun

Kain tenun Produsen

Kain tenun memiliki struktur jalinan benang lusi dan benang pakan yang stabil, dan kain tenun memiliki penyusutan dan pemanjangan benang lusi dan benang pakan yang lemah, karena kain umumnya lebih rapat, kaku, kurang ulet, dan lebih bergaya.
Oleh karena itu, kain tenun banyak digunakan pada kategori jaket, gaun, kemeja, jas, down jacket, jeans dan pakaian lainnya. Kain tenun banyak digunakan dalam olah raga, fitnes, outdoor, jas, gaun dan pakaian luar lainnya karena kekakuan dan kepadatannya.
Kain tenun tidak dapat diregangkan, dimensinya stabil, dan kainnya dapat dibuat sangat padat sehingga tahan angin dan tahan air. Kain tenun tahan lama dan tahan aus.

Didirikan pada bulan Juni. 2015

Suzhou Junhui Textile Co., Ltd adalah China Kain tenun produsen dan Kain tenun pasokan, kami menawarkan grosir Kain tenun dijual online dengan harga murah.Selain itu, perusahaan kami berkomitmen untuk mengembangkan dan menjual benang diferensial: Benang daur ulang, Benang poliester celup tetes, SHAWLIENCE, Benang mikrohalus, Benang tahan api, Benang celup kationik dan produk kain rajut. Produk kami mencakup berbagai industri termasuk ometekstil, pakaian, bahan sepatu, kepang dan sebagainya.

Kami memiliki tim R&D profesional, dengan banyak perusahaan terkenal internasional berdiskusi untuk penelitian, pengembangan, dan penerapan dalam perlindungan lingkungan serta benang dan kain fungsional. Dan kami juga dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan anda. yang terutama kami lakukan adat Kain tenun produk sesuai dengan spesifikasi atau sampel pelanggan.

Kain tenun Perluasan Pengetahuan Industri

Cara Pengolahan Kain Tenun
Kain tenun diproduksi melalui proses kompleks yang melibatkan beberapa langkah. Berikut gambaran cara pengolahan kain tenun :
Pemintalan: Langkah pertama dalam memproduksi kain tenun adalah pemintalan, yang melibatkan pengubahan serat mentah, seperti kapas atau wol, menjadi benang. Hal ini dilakukan dengan menggunakan mesin pemintal, yang memelintir dan melilitkan serat menjadi benang yang berkesinambungan.
Warping: Langkah selanjutnya adalah warping, yang melibatkan penggulungan benang ke gulungan besar yang disebut warp beam. Proses ini menghasilkan benang memanjang, atau benang lusi, yang akan menjadi dasar kain tenun.
Menenun: Proses menenun sebenarnya melibatkan penjalinan benang lusi dengan benang melintang, atau benang pakan, untuk membuat kain tenun. Hal ini dilakukan pada alat tenun, yang menahan benang lusi di bawah tekanan sementara benang pakan ditenun masuk dan keluar untuk membuat kain.
Finishing: Setelah proses penenunan selesai, kain tenun melalui beberapa tahap finishing untuk mendapatkan sifat yang diinginkan, seperti kelembutan, daya tahan, atau tahan air. Langkah penyelesaian dapat berupa mencuci, mewarnai, mencetak, atau melapisi kain dengan lapisan pelindung.
Inspeksi: Terakhir, kain tenun diperiksa untuk pengendalian kualitas. Ini melibatkan pemeriksaan kain untuk mencari cacat, seperti lubang, noda, atau tenunan tidak rata. Setiap cacat diperbaiki atau kain dibuang jika tidak memenuhi standar yang disyaratkan.

Prinsip Kain Tenun
Prinsip dari kain tenun didasarkan pada jalinan dua set benang, yang dikenal sebagai benang lusi dan benang pakan, yang tegak lurus satu sama lain. Benang lusi berjalan memanjang, sedangkan benang pakan melintang. Selama proses menenun, benang lusi ditahan di bawah tekanan pada alat tenun, sedangkan benang pakan dijalin di atas dan di bawah benang lusi untuk membuat kain.
Prinsip dari woven fabric is governed by the following factors:
Menenun: Pola jalinan benang lusi dan benang pakan dikenal sebagai tenunan. Berbagai jenis tenun, seperti tenunan polos, tenunan kepar, dan tenunan satin, dapat digunakan untuk menciptakan tekstur, tampilan, dan sifat yang berbeda pada kain tenun.
Jumlah benang: Jumlah benang per satuan panjang pada arah lungsin dan pakan dikenal sebagai jumlah benang. Jumlah benang dapat mempengaruhi kekuatan, penampilan, dan tekstur kain tenun.
Berat kain: Berat kain per satuan luas ditentukan oleh jumlah benang, kepadatan tenun, dan proses finishing. Berat kain dapat mempengaruhi tirai, rasa, dan daya tahan kain tenun.
Ketegangan: Ketegangan pada benang lusi selama proses penenunan mempengaruhi kestabilan dan penampilan kain tenun. Ketegangan yang terlalu besar dapat menyebabkan kain menjadi kaku atau berubah bentuk, sedangkan tegangan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kain menjadi kendor atau kendor.
Dengan memahami dan mengendalikan faktor-faktor tersebut, penenun dapat menciptakan berbagai macam tenun kain tenuns dengan tekstur, tampilan, dan sifat yang berbeda. Prinsip kain tenun telah digunakan selama berabad-abad untuk menciptakan berbagai macam kain, mulai dari kain katun sederhana hingga kain sutra dan beludru yang mewah.